Thursday, July 25, 2013

SK Pristina Canteen Reopen - Another victory fo the nons?

They asked the Muslims to respect them the nons, but did they respect us? Why is it always us the Muslims have to give way to them? A sign of weakness of DS Najib administration in dealing with the stature of Islam as the official religion! The question will be.. until when? until everything is their to take?

The shower room canteen fiasco- The nons are playing at it again?

What good enough for Malay Muslim are not good enough for the nons? Even the teachers used it for iftar- so its good enough for the Muslim teacher! Why the fuss about the nons kids who use it for their meal. The intention was for the nons not to lure the young mMslim during the fasting months. Is that wrong?

Sunday, August 21, 2011

Kenapa Khalid Gereja Senyap?

Khalid gereja senyap je, kenapa ya.

Kalau tak dia yang akan pertahankan gereja dalam hal2 politik dan penyebaran agama kristian ni.

Khalid ni rasanya dah tau yang dia nak kena tendang PRU nanti.

Agak2nya tengah hantar resume cari kerja kut?

Khalid cubalah hang apply kat Vatican City, kut2 depa nak ambik hang kerja lepas ni.

Mat Sabu warns defence forces chief not to be partisan

Wah Mat Sabu lagi!

Wah Mat Sabu dah dasat, now nak serang askar pulak ya.

Sama-sama Mat Sabu ni dengan kawan-kawan dia duk pertikaikan ketaatan askar kita.

Dia kata sakar kena taat pada SPB. Itu saya setuju, tapi bila puak2 ni kata kata kena tat dengan pakatan rakyat, ini cerita apa?

Yang hang pi tuduh askar macam2 kenapa? depa jawab balik hang bising!

Mat sabu ni memang sahih bangang lah. Ini ke Timbalan Presiden PAS?

Mat Sabu Dah Jadi Jemaah Al- Duburi?

Hai Mat Sabu,

Siapa yang tak kenal Mat ni. Dia ni pakar tukang maki orang dalam PAS.

Menang pemilihan PAS pun nasib sebab dapat sokongan Sheh Al Duburi and the gang.

Sekarang dia dah jadi orang kanan DAP yang mewakili golongan duburi di PAS.

Mulut dia ni memang pedas, pernah tuduh DSAI main taik semasa DSAI dalam UMNO.

Aneh sekarang dia pun sama main taik sekali! Itulah politik. Rasanya dia dah sama taraf dengan Raja Mandeliar yang akan menjual Melayu dan Islam semata-mata sebab nak jadi menteri di Putrajaya.

Kebulur ya Mat?

Dah lama hidup susah kut, jadi nak jugak hidup senang rasanya ya Mat. Jilat pungkok Lim Kit Siang dan DSAI pun tak apa lah ya Mat.

Jual la Mat, Jual la minyak hang tu.

Nanti nak tengok masa Pilihanraya nasib hang!

Monday, July 04, 2011

Bersih Derhaka Jika Terus Demo 9 Julai

Derhaka lah Ambiga, Sabu dan lain-lain jika terus ingkar dan derhaka pada DYMM SDP Yang DiPertuan Agong.

Jika mereka angkar, harus lah ditangkap atas kesalahan menderhaka kepada negara Malaysia.

Hukuman yang seberatnya wajar dijatuhkan kepada mereka atas dasar mereka ini lebih bahaya dari pemberontak kumpulan Al Maunah yang ahli dan ketua mereka telah dihukum gantung sampai mati.

Ampun Tuanku.

Thursday, January 13, 2011

PR Cybertroopers at The Malaysian Insider & Malaysiakini?

I was told that PR through DAP and PKR have embedded few hundreds of their cyber trooper to penetrates commentaries in articles published by TMI and Malaysiakini.

The idea was to influence the readers to vote for PR!


What a waste!

They thought that get votes by doing this? how many people actually read TMI and Malaysiakini? probably not even 1 % of the voters. Yes it is true that they have lots of traffics and clicks but then it is mostly repeated traffics.

The same people again and again!

Pathetic lah..

Speaker has power to convene state assemblies, says professor

Speaker has power to convene state assemblies, says professor

This come from a Prof who had never practices as a lawyer in court! Or did he once we a lawyer?

Prof kangkung, yang bagi dia semua boleh lah.. Prof bawak2 la kuar dari lecture hall and see the world...

Friday, January 07, 2011

Utusan Malaysia Online - Berita Utama

Utusan Malaysia Online - Berita Utama

MB keras kepala? alahai Tan Sri kan ada pepatah melayu yang berkata - Terlajak Perahu Boleh Reverse, Terlajak Kata badan Binasa..

Tulah jangan dengar sangat cakap DAP tu! la ni apa dah jadi.. udah2 lah jadi kuda DAP la weh..

No orders to remove Christian symbols, says PM’s special assistant

No orders to remove Christian symbols, says PM’s special assistant

Another joke of the year from The Malaysianinsider ? What Kalamullah is trying to do is keep on undermining PM Najib.

Wednesday, September 29, 2010

DAP Pertikai Perkara 153 Perlembagaan Persekutuan

Nampaknya galak sangat DAP melalui penulis-penulis lacur dari CPI yang terus menerus mempertikaikan perkara 153 Perlembagaan Persekutuan.

Ini semua adalah kerana kelemahan politik orang-orang Melayu yang berpecah-belah.

Kenapa sekarang mereka sangat berani dan lantang? jawapannya adalah kerana kepimpinan yang lemah Tok Najib yang terlalu lembab mahu bertindak mengekang gelaja ini dari terus berlaku.

Sampai bila kesabaran orang Melayu mahu terus diuji?

Monday, September 27, 2010

PKR Election: A Form of Ethnic Cleansing?

Like I said, the truth is prevailing.

The Malays are leaving PKR, and the Malays leaders within PKR is thrown out one by one.

PKR was originally formed by reformist Malays with supports from progressive Islamic Scholars.

Now it is being hijack by people from secular based NGOs and opportunist, that is trying hard to eliminate the foundation of PKR existance.

Anwar is getting a piece of his own political game, when his closest ally, Azmin Ali is being politically threaten by Zaid Ibrahim.

Azmin is not very popular with the non-malays, while Zaid, a secular and a alcoholic drinker is very liked by the non-malays.

From the current trend of voting, the non-malays members is banding together to get rid of the Malays and Islamic foundation of PKR.

Anwar knows better, he knows that; if Azmin lost the Deputy President election, the Malays will be leaving PKR - as most of the Malays members are believing that their party is being hijack.

Anwar cannot risk that, as he knows without the Malays support he will not be PM.

The question remains, will Anwar break his silence? or will he risked of doing nothing to arrest the trend.

Wednesday, September 15, 2010

"Tengku" Adnan - SU UMNO PALING BODOH

Kenapalah Najib masih menyimpan orang bodoh dan penipu seperti "Tengku" Adnan ni?

Sack him from UMNO Secretary General position.

Tak tahu yang dia ni penipu, koruptur dan penakut?

Najib kena tegas, jangan jual Melayu sebab nak undi Cina. Silap taktik politik hang tu.

Saturday, September 04, 2010

Perang Malaysia - Indonesia?

Saya sokong ketegasan Presiden SBY yang menyatakan perang bukan jalan yang terbaik. Andai berlaku perang jumlah kerosakan harta dan jiwa akan jadi terlalu tinggi.

Presiden SBY akui bahwa kedua-dua negara memerlukan antara satu sama lain. Emosi dan sejarah tidak akan menjamin kemenangan pada sesiapa pun. Adalah lebih baik untuk Malaysia berfikir secara rasional dalam menghadapi masyarakat Indonesia.

Kenyakinan rakyat Indo sangat tinggi, tetapi mestilah meletakkan pada persoalan yang realistik.Terlampau yakin membuatkan mereka lupa pada realiti semasa.

Indo tidak mungkin mampu untuk berperang pada zaman ini, waima mengetahui kelebihan peralatan perang Malaysia.

Dalam perang moden, kekuasaan adalah pada taktikal perang udara. Skuadron Sukhoi, MIG dan F18 hornet TUDM Malaysia bukanlah lawan TNI AU.

Armada laut TLDM malaysia terlalu kuat untuk armada laut TNI AL.

Ini realiti, samada mereka mahu dengar atau tidak.

Zaman buluh runcing sudah berlalu. Perang dengan hanya semangat tidak cukup! lihat sahaja konflik di Asia Barat.

Indo juga harus menyadari yang TKI mereka boleh diganti dengan tenaga kerja dari Bangladesh dan lain-lain negara dengan cepat dan pantas. Yang rugi hanyalah rakyat Indo sendiri.

Merampas harta investor Malaysia di indo akan menyebabkan tindak balas UN!

Indo tidak mampu untuk diembargo oleh UN.Ekonomi Indo akan jatuh. Rakyat akan menderita.

Makanya perang bukanlah jalan yang terbaik untuk Indonesia!

DUE TO SOME PEOPLE WHO DO NOT KNOW HOW TO BEHAVE, I AM CLOSING THE COMMENTS FOR THIS ARTICLE.

Wednesday, September 01, 2010

Krisis Malaysia - Indonesia

Ini surat dari seorang pelajar Indonesia kepada akhbar Kompas Indonoseia

Salam dari Pelajar Indonesia di Malaysia
Rabu, 1 September 2010 | 20:46 WIB
WENING GEMI NASTITI

KOMPAS.com - Sebelumnya perkenalkan, saya adalah salah satu dari belasan ribu anak bangsa yang sedang menuntut ilmu di negeri seberang yaitu Malaysia. Sudah hampir 3 tahun saya belajar di Malaysia, tahun depan adalah tahun terakhir saya menuntut ilmu di sini. Saya hanya sekedar ingin berbagi cerita kepada rekan-rekan sekalian tentang bagaimana kami di sini.

Sejak pertama saya datang ke Malaysia, saya tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari teman-teman di sini, baik itu oleh sesama warga Negara Indonesia, warga Negara Malaysia, ataupun oleh warga Negara Asing lainnya. Atas kejadian yang sedang terjadi saat ini terhadap Indonesia dan Malaysia, saya merasa prihatin.

Mengapa? Karena banyak orang yang berkomentar di media dengan mempertanyakan kami para pelajar Indonesia di sini. Bukan mempertanyakan keselamatan kami melainkan mereka mempertanyakan di mana rasa nasionalisme kami dan rasa peduli kami terhadap Bangsa Indonesia. Mereka bertanya "Mengapa kami memilih Malaysia untuk tempat kami belajar di saat masih banyak universitas berkualitas di Indonesia yang dapat memberikan banyak ilmu kepada kami?"

Jawaban dari saya pribadi adalah, memang benar masih banyak universitas terkemuka di Indonesia yg menjanjikan untuk kita. Tapi sekarang, apalah arti dari sebuah nama universitas terkemuka itu. Mungkin dulu, kalau kita bisa diterima menjadi salah seorang mahasiswa di sana, perasaan bangga akan muncul karena kita dapat dikategorikan ke dalam jajaran mahasiswa-mahasiswa dengan prestasi yang tinggi.

Tapi sekarang? Dengan semakin banyaknya Ujian Saringan Masuk yang mengharuskan kita untuk memberikan Dana Sumbangan Pembangunan sebesar mungkin agar menjamin kita untuk dapat diterima di universitas tersebut, apalah arti dari prestasi kita? Banyak pelajar berprestasi tapi dia tidak bisa diterima oleh universitas terkemuka hanya karena dia tidak dapat memenuhi standar Dana Sumbangan Pembangunan. Sungguh disayangkan sekali. Karena itu saya memutuskan untuk mengambil pendidikan di luar Indonesia.

Tapi mengapa harus Malaysia? Karena letak geografis Malaysia masih dekat dengan Indonesia, dan dengan budaya yang hampir sama akan memudahkan saya untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada salah satu komentar di salah satu artikel yang mengatakan bahwa kami pelajar-pelajar Indonesia di Malaysia itu adalah pelajar-pelajar yang hanya sok ingin menuntut ilmu di luar negeri tapi dengan modal nanggung tidak seperti mereka-mereka yang belajar sampai ke Eropa.

Ya! Memang benar biaya juga menjadi salah satu alasan saya dan keluarga saya memilih Malaysia. Dengan biaya yang hampir sama dengan "Dana Sumbangan Pembangunan" universitas terkemuka di Indonesia, saya bisa sekolah di sini dengan mendapatkan poin plus yaitu belajar lebih mandiri dan mendapat banyak teman baru dari mancanegara. Dan saya pun bisa mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia lebih jauh lagi. Sungguh disayangkan mengapa mereka-mereka yang mengaku sedang menuntut Ilmu di Eropa malah mempunyai pikiran sedangkal itu. Apalah gunanya anda berbangga hati dengan apa yg sedang anda lakukan sekarang di Eropa tapi tidak dibarengi dengan pola pikir yang baik?

Ada lagi yang mengatakan, bahwa kami tidak mempunyai rasa nasionalisme karena kami hanya berdiam diri tidak memberikan pembelaan terhadap petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia. Mereka menanyakan, mengapa kami diam saja? Mengapa kami tidak berdemo ke Polisi Diraja Malaysia untuk segera membebaskan 3 petugas DKP yang ditahan?

Saya menjadi bingung. Itukah yang orang-orang Indonesia harapkan dari kami yang sedang berada di sini? Apakah berdemo akan menyelesaikan masalah? Masalah perbatasan laut Indonesia dan Malaysia itu sudah cukup lama terjadi dan sampai sekarang belum juga menemui penyelesaian yang jelas. Biarlah para petinggi-petinggi dari kedua negara yang meyelesaikan masalah itu. Janganlah kita mudah terprovokasi oleh keadaan tanpa mengetahui seluk-beluk permasalahan secara jelas. Berpikir pintar dan bertindak bijak akan sangat membantu kita semua untuk keluar dari semua permasalahan ini dibandingkan dengan hanya adu otot.

Belum sampai di situ, hujatan masih terus menghampiri kami pelajar Indonesia yang ada di Malaysia. Di salah satu artikel ada yang mengatakan "Kalian gak usah pulang aja! Kita-kita di Indonesia enggak butuh kalian yang tidak mempunyai rasa bangga terhadap Negara sendiri." Begitulah kira-kira kalimatnya. Itu semua salah besar! Dari mana mereka bisa berpendapat seperti itu tanpa mengetahui apa yang telah kami lakukan dis ini?

Sekedar informasi, saya dan teman-teman saya yang berada di Malaysia baru saja melaksanakan peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 65 di kampus saya. Kami diberikan izin untuk mengibarkan sang saka Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tidak hanya warga Indonesia yang kami undang untuk merayakan kemerdekaan kita, kami juga mengundang teman-teman kami yang berasal dari berbagai macam negara, termasuk rekan-rekan kami dari Malaysia.

Sekarang saya berani bertanya kepada anda pelajar Indonesia yang sedang berada di Tanah Air. Di mana kalian pada saat tanggal 17 Agustus kemarin? Apa yang anda lakukan untuk mengisi peringatan kemerdekaan kita kemarin? Menikmati "tanggal merah" dengan jalan-jalan ke mall? Atau menikmati "tanggal merah" dengan bersantai di rumah? Sekarang masih maukah anda mengatakan bahwa kami tidak mempunyai rasa bangga terhadap negeri kami sendiri?

Jika saya harus menjelaskan satu-satu di sini apa saja yang telah saya dan teman-teman saya lakukan di Malaysia untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia, mungkin tidak akan cukup berpuluh-puluh ribu karakter lagi untuk saya agar dapat menjelaskan semuanya. Jadi saya mohon kepada teman-teman semua yang berada di Indonesia, tolong janganlah Anda semua dengan mudahnya menuding kami dengan pernyataan yang Anda pun belum tentu tahu akan kebenarannya.

Juga terhadap media yang ada di Indonesia agar lebih selektif lagi dalam menyaring berita yang akan dikonsumsi oleh publik. Janganlah kalian membuat berita yang hanya dapat menyulut amarah dan menjadikan provokasi di antara kita semua. Kami di sini akan terus berusaha semampu kami untuk tetap mengharumkan nama bangsa Indonesia agar kami bisa dengan bangga mengatakan "I am Indonesian!".(Wening Gemi Nastiti)

Serdang MP Teo Nie Ching Kotor Dalam Islam

Orang yang berhadas besar (kotor) dilarang masuk ke masjid atau surau.

Memanglah mengikut takrifan Islam MP Serdang itu kotor, sebab dia berhadas besar dan tak mandi wajib dan lagipula tak menutup aurat dengan bertudung.

Ini takrifan mengikut Islam!!

Apa Tok Guru ada takrifan lain ke?

Kenapa PAS desperate sangat hinggakan nak lacurkan agama Islam.

Hormat orang Islam dah mula hilang pada Tok Guru PAS.

Kena ingat yang meraka ini juga adalah orang politik. Tok Guru tak maksum dan boleh senang2 keluarkan 'fatwa'.

Mereka tak ada kelayakan nak keluarkan fatwa pun... sebab mereka Tok Guru dalam PAS dan ada kepentingan politik.

Apakah PAS akan kata Kim Guan Eng boleh keluarkan fatwa lepas ni?

PAS ni pelik, dengan Karpal Singh takut, tapi dengan melayu Islam tunjuk gagah..

Sial lahhh.....

Cina Kaya & Melayu Miskin

Kata mantan PM kita Tun M, politik Malaysia hari ini adalah perebutan kuasa antara kumpulan Cina yang majoriti nya kaya dan memegang kuasa ekonomi dengan kumpulan Melayu yang rata-rata adalah kumpulan lemah ekonomi dan miskin.

Krisis yang merebak adalah sumbangan daripada kelemahan pimpinan Tun Lah dan isu kroni tingkat 4, dan isu pimpinan sekarang yang dilihat hanya mahu memuaskan nafsu serakah kumpulan cina yang tamak kuasa.

Yang dikesalkan adalah pimpinan PAS yang dahagakan kuasa politik dan sanggup melacurkan agama hanya untuk menang Pilihanraya.

Kemana arah tuju kita?

Friday, August 27, 2010

ISU SIMBAH CAT DI SURAU - 2 UNDANG-UNDANG YANG BERBEZA?

Itulah nasib orang Melayu Islam!

Anak cina yang simbahkan cat merah ke surau lepas dan minta maaf aje.

Anak Melayu bakar gereja masuk penjara 5 tahun!

Hakim Komala kata, tak ada tempat untuk mereka yang incite racial tension, tapi dalam kes ni macam mana?

Ada 2 undang-undang yang berbeza ke?

Kita minta polis dan pendakwaraya berlaku adil dan caj budak2 cina ni ke makamah!

Barulah adil.

Tuesday, August 24, 2010

PAS Hanya Layak Jadi BARUA DAP

Itulah apa yang nak disampaikan oleh Karpal Singh dan Kit Siang.

So, apa cerita Tok Guru semua?

Karpal dah sound tu! kalau nak bersama kami, gugurkan negara Islam dan Hudud; itulah arahan Karpal kepada PAS.

Jadi parti Islam apa kalau agenda utama parti digugurkan.

Maka-nya hanya layak jadi BARUA kepada PR yang diterajui oleh Kit Siang & Sons dan Karpal & Sons ajelah.

Inilah natijah bila nak bersahabat dengan syaitan untuk jatuhkan orang Islam yang lain.

Sedarlah Melayu...

Monday, August 23, 2010

Meminggirkan Melayu Dengan Nama Kemajuan

Aneh, tapi itulah yang dicanangkan oleh golongan PKR baru dan PAS dengan DAP sebagai pemegang cemati kuda tunggangan.

Apakah golongan Melayu pro-republikan ini tidak sedar yang mereka hanya jadi alat untuk DAP menukar warna landscape Malaysia?

Kita berharap yang orang Melayu dan Islam akan tersedar daripada alunan musik ngeri yang dimain secara terusan oleh DAP yang bersekongkol dengan PAP dari Singapura.

Atas nama kemajuan ekonomi dan globalisasi, hak Melayu dan Islam harus dikorbankan!

Memualkan bila orang Melayu mahu mempertahankan hak mereka, kita dilabel extremist!

Tetapi apabila mereka meminta hak kita, itu atas dasar equality?

Yang memilukan apabila ada Mufti yang mahu memberikan pandangan, mereka digelar boneka kerajaan.

Apakah lebih baik jadi boneka daripada jadi tok guru- tok guru yang kononnya lebih Islam yang sanggup jadi barua kafir kerana mahukan kuasa?

Apakah lebih baik jadi barua yang menyalak yang mendoakan pemimpim bukan Islam dalam jemaah jumaat?

Tidak rela kita Malaysia ini jadi Republik dan tak rela kita orang Melayu dan Islam menjadi hamba di negeri sendiri.